Belajar Santai

Seperti apa gaya belajar anda? Santai, serius, serius tapi santai atau santai tapi serius. Kalau saya pribadi lebih suka suasana belajar yang santai. Mungkin karena itu juga saya gak kuliah.. hehehe.. Saya cuma ingin belajar apa yang saya mau dan saya cuma mau belajar dengan santai tanpa terbebani target2 apalagi cuma target ijazah.

Menurut saya, belajar itu kebutuhan, bukan kewajiban. Jadi salah besar kalau kita menyuruh seseorang apalagi anak untuk belajar.. belajar dan belajaar terus. Akibatnya, sesuatu yang menjadi kebutuhan seolah-olah berubah menjadi kewajiban.

Seperti halnya kebutuhan membaca balita, dengan membuat suasana belajar seolah-olah medan permainan, maka anak akan merasa bahwa belajar adalah perbuatan yang menyenangkan dan bahkan menjadi ketagihan. Karena dia melihat dan merasakan bahwa saat proses belajar, dia bisa bersenang-senang dengan orang tuanya sementara ketika bermain, dia hanya sendirian.

Ini juga terjadi pada anak saya yang baru saja terima rapot. Kalau anda tahu bagaimana proses belajarnya, wah gak nyangka deh dia bakalan berhasil. Lha wong waktunya ujian masih sibuk dengan farm town dan traviannya. Tapi memang ada waktu belajar yang cuma kurang dari 1 jam itu.

Akhirnya waktu sempit itu saya buat aja seolah-olah pertandingan kuis. Dia kan paling gak mau kalah sama saya, kalau sama bundanya sih gampang udah sering dia kalahkan. Jadi terlalu gampang buatnya. Makanya dia pengennya bertanding dengan saya.

Maka, bundanya yang jadi pembawa acara sekaligus pembaca kuis. Satu demi satu pertanyaan berhasil dia jawab. Saya juga gak tinggal diam dong. Walaupun sengaja mengalah, tapi saya gak mau membuatnya terlalu mudah. Inilah enaknya kalau sama2 suka main game, jadi saya tahu betul game seperti apa yang menarik itu.

Alhasil nilai rapotnya diatas rata2 tuh. Jadi, jika anak anda males belajar, jangan buru2 menyalahkan mereka. Siapa tahu anda yang belum bisa membuat suasana belajar menjadi menyenangkan. Saat bergaul dengan anak-anak, maka jadilah anak-anak. Penghasilan anda gak berkurang sedikitpun kok kalau anda jadi anak-anak saat bermain bersama mereka.

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s