Ramadhan kok Makanan Laris?

Suasana Buka Puasa

Suasana Buka Puasa

Bulan Ramadhan baru berjalan 3 hari. Tapi suasananya benar-benar meriah. Yang saya heran adalah kenapa di bulan puasa, dagangan yang laris justru makanan? Bukankah semua orang sedang berpuasa?

Tadi pagi saya sempat berpikir, seandainya umat Islam Indonesia ini benar-benar menjalankan puasa secara benar, maka betapa besar sumber daya umat ini yang bisa dipergunakan. Mari coba kita hitung secara kasar.

Misalnya rata-rata umat Islam biaya makan 3x sehari adalah 15.000 dengan asumsi sekali makan+minum habis Rp. 5.000,- Maka saat puasa, seharusnya umat Islam hanya menghabiskan uang Rp. 10.000,- dan berhasil menghemat Rp. 5.000,- per hari per jiwa.

Saya kurang tahu pasti berapa jumlah kaum muslim Indonesia saat ini, tapi misalnya kita ambil 5 juta saja, maka setiap hari umat Islam melakukan penghematan hingga Rp. 5 Milyar. Dan dalam sebulan, dana yang dihemat mencapai 150 Milyar rupiah.

Bayangkan, jika uang 150 Milyar itu dipakai untuk membangun masjid yang rata2 menghabiskan 500 juta. Maka tiap tahun akan terbangun 300 Masjid yang cukup besar untuk sholat Jum’at.

Bila 150 Milyar itu dipakai untuk biaya sekolah umat Islam yang miskin, misalnya tiap siswa butuh biaya 20.000/bln atau 240.000/tahun. Maka uang itu bisa membiayai 625 ribu anak-anak miskin Indonesia. Itu semua hanya bisa terjadi jika kita benar-benar mau berpuasa.

Masalahnya kemudian, yang terjadi seringkali kita ini tidak berpuasa, tapi cuma menggeser jam makan saja. Jatah 15.000 per hari ketika puasa juga tetap 15.000 bahkan kalau bisa lebih. Alhasil, bukannya menghemat, tapi bulan puasa justru jadi bulan pemborosan.

Bukankah tujuan kita berpuasa adalah untuk merasakan bagaimana derita saudara-saudara kita yang hidup di bawah garis kemiskinan? Agar kita tahu bagaimana mereka menahan lapar? Tapi jika di bulan puasa ini yang terjadi justru kita menghabiskan dana untuk makanan lebih besar dari bulan-bulan lain? Apa makna yang kita ambil dari aktifitas itu?

Yang terjadi bukannya mengajarkan kita akan derita kaum miskin, tapi justru memperkuat kesombongan kita bahwa kita mampu makan ini dan itu. Yuk, kita mulai.. Sisihkan uang makan siang kita, untuk masjid2 di dekat kita, atau untuk warga miskin di komplek kita. Mudah-mudahan Allah membantu niat kita untuk berubah.. Aamiin

5 thoughts on “Ramadhan kok Makanan Laris?

  1. Amin.. Moga banyak umat muslim yg melakukan penghematan spt diatas dibanding
    yang melakukan pemborosan.. n Moga dibulan puasa penghasilan online makin meningkat n bisa untuk bagi2 THR pas lebaran.. He3x..

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s