Sukses itu Kosong

Tadi malam ada yang SMS saya menanyakan apakah ada member saya di Cafebisnis yang sudah sukses dengan berawal dari Gaptek. Terus terang ini pertanyaan sulit bagi saya. Pertama karena saya tidak tahu persis apa latar belakang masing-masing member dan saya juga tidak tahu persis apakah member saya yang “sukses” itu gara-gara baca panduan saya doang atau kombinasi dari berbagai panduan.

Tapi jika beliau baca artikel ini, maka akan sangat mudah bagi saya mengatakan, “SEMUA MEMBER CAFEBISNIS SUKSES!”. Karena sukses itu kosong demikian juga dengan kegagalan. Sukses dan gagal adalah penilaian kita saat membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain.

Saat kita melihat orang bawa Mercy kemana-mana, apakah anda akan mengatakan dia orang sukses atau orang gagal?

Saya yakin rata-rata kita mengatakan dia orang sukses. Kenapa? Karena membandingkan dengan pemilik Mercy lain yang rata-rata orang-orang sukses. Padahal orang ini sedang terlilit hutang yang cukup besar. Dia membawa mobilnya kemana-mana untuk ditawarkan dari satu dealer ke dealer yang lain.

Saat anda melihat pengemis di pinggir jalan. Dengan pakaian compang camping, muka kusut dan tubuh kotor. Apakah bisa anda mengatakan bahwa dia pebisnis ulung? Dia orang sukses? Saya yakin anda sulit sekali. Padahal pada kenyataannya, orang-orang ini punya tanah, sawah dan banyak hewan ternak di kampungnya. Dia berangkat ke kota dengan baju necis dan sampai di kota ganti baju kusut. Tahukah anda?

Ya, terlalu banyak contoh kalau bicara manusia. Bagaimana dengan hewan? Saya yakin hewan dimana aja hampir sama sifatnya. Gak ada hewan sukses maupun hewan gagal kan? Nah, tapi hewan juga punya kelebihan dan kekurangan.

Gajah… apa yang anda lihat dari gajah? Besar, kuat dan gagah perkasa.. Tapi tahukah anda kalau gajah itu juga lamban, bodoh bahkan anak kecil aja bisa menaiki punggungnya tanpa dia protes.

Harimau. Dia juga besar, kuat, licik saat memburu mangsa dan dia juga sangat cepat geraknya. Tapi tahukah anda kalau sebagian besar waktu sang harimau hanya dipakai untuk tidur dan bermalas-malasan.

Jadi apakah sukses itu?

Sukses itu tidak ada, gagalpun tidak ada. Kalau kata Tong Sam Chong gurunya Sun Go Kong Segala sesuatu itu asalnya kosong, kosong artinya hampa. Jadi sukses dan gagal juga kosong. Dari satu peristiwa kita bisa menamakannya sukses, kita juga bisa menamakanya gagal.

Thomas Alfa Edison saat berkali-kali meledakkan bola lampu selalu mengatakan, saya telah berhasil menemukan satu cara yang tidak berhasil membuat lampu menyala sebentar lalu meledak.

Lutvi Avandi saat berkali-kali mengacaukan web eksperimennya mengatakan kalau cara itu kurang cocok dengan yang diinginkan. Tapi dia berhasil mengatakan ini sebagai kesuksesan.

Nah, jika anda mensyukuri sekecil apapun nikmat yang Allah berikan, lalu anda bersabar dengannya, memaksimalkan semua potensi kecil itu. Maka andalah yang disebut orang sukses. Saat anda hanya mengeluhkan yang tidak diberikan Allah, saat anda hanya protes karena tidak mendapat apa yang anda mau, maka anda sudah sukses menjadi orang gagal.

Sukses itu Kosong. Gagal juga Kosong. Kitalah yang mengisi setiap peristiwa dengan nama Sukses atau Gagal.

3 thoughts on “Sukses itu Kosong

  1. Setuju mass….ada yang mendefinisikan bahwa sukses adalah ketika kita meraih apa yang kita rencanakan, impikan atau kita cita-citakan….tetapi ketika kita mencapai titik dimana kita menyadari bahwa kita..belum mencapai atau tidak bakalan mencapai…kita akan merasa gagal…..dan tidak atau belum…sukses.

    Padahal jika ia melihat kebelakang hingga dia pada titik tersebut….berapa nikmat…berapa rizky…berapa…ilmu…yang ia dapatkan…

    Seharusnya ia berkata Alhamdulillah saya telah sukses mendapatkan banyak maqom dan banyak ilmu untuk mencapai kegagalan ini. Itulah sayang saya alami….

    Yang bisa saya ambil dari tulisan Anda adalah “jika anda mensyukuri sekecil apapun nikmat yang Allah berikan, lalu anda bersabar dengannya, memaksimalkan semua potensi kecil itu. Maka andalah yang disebut orang sukses.” saya kutip di facebook saya mas….

  2. Selalu inspiratif artikelnya mas Lutvi…
    Mungkin hampir sama ya mas..dengan ungkapan bahwa lebih penting sikap kita terhada sebuah kenyataan, daripada kenyataan itu sendiri. Sukses dan gagal adalah penilaian dan buah pemikiran kita.
    Setiap kita mensyukuri sebuah nikmat sekecil apapun, maka kita seolah tidak pernah gagal. begitu nda mas???he…

    Saya seneng sekali bisa baca artikel – artikel seperti ini..

    Salam Hangat mas Lutvi…

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s