Fokus pada Keunggulan bukan Kekurangan

Saat diminta untuk datang pada rapat dengar pendapat dengan dewan.. eh.. dengan yayasan Almadinah, saya mendapatkan pelajaran penting yang sudah lama saya dengar bahkan sudah berkali-kali saya laksanakan dalam kehidupan saya sehari-hari.

Fokus pada keunggulan anda! Fokus pada apa yang anda punyai. Ini adalah juga bagian dari syukur dan sabar. Syukur adalah mengoptimalkan segala potensi yang ada pada diri kita.

Dalam kasus yayasan Al Madinah, rata-rata pengurusnya terlalu fokus pada apa yang tidak mereka miliki yaitu dana. Sehingga pusing bagaimana mendapatkan dana untuk melanjutkan pembangunan grha Aitam yang digadang-gadang akan menjadi istana sekaligus kawah candradimuka anak-anak Yatim.

Untuk diketahui, Yayasan AlMadinah saat ini sedang membangun sebuah panti asuhan yang konsepnya Entepreneurship dan IT. Harapannya, selepas dari panti, anak-anaknya mampu menjadi anak-anak yang siap tempur dan siap mental dalam menghadapi kehidupan mendatang.

Tapi sayang, di tengah pembangunan ada masalah yang datang yaitu rumah-rumah tetangga tiba-tiba retak bahkan ada yang sampai ambruk sebagian karena tanah dibawahnya amblas tertarik beratnya bangunan megah Grha Aitam. Akibatnya, para tetangga mengajukan tuntutan ke Grha Aitam dan total tebusan yang diminta mencapai 2 Milyar rupiah.

Sebenarnya saya melihat dari kaca mata bisnis, angka 2 milyar untuk potensi yang dimiliki Almadinah ini adalah kecil. Cuma sayangnya karena fokus pada masalah mencari yang tidak ada, akhirnya justru menjadi bumerang sendiri buat para pengurusnya.

Alhamdulillah setelah kedatangan mbak Sofie pengurus KPC (Kelompok Penulis Cilik) yang juga seorang trainer motivasi akhirnya terbukalah wawasan pada pengurus Yayasan bahwa Al Madinah punya potensi besar untuk digali dan dimanfaatkan.

Al Madinah punya 360 anak asuh yang tersebar di berbagai daerah. Bayangkan kalau 10%-nya aja jadi penulis, 10%-nya jadi pemasar dan 10% lagi jadi pembuat kerajinan tangan untuk dijual sedangkan sisanya diminta menghafal Al-Quran dan sholat dhuha tiap hari untuk bermunajat pada Allah. Kira-kira apa 2 milyar itu gak jadi kecil?

Itu baru dari potensi anak asuhnya lho. Belum lagi training SEFT yang juga diselenggarakan oleh Yayasan Al Madinah. Alumni SEFT sendiri saat ini mencapai 2000 orang. Masak sih 10%-nya aja gak ada yang mau nyumbang 100rb / bulan?

Bayangkan jika itu terjadi, maka tiap bulan akan ada kucuran dana segar 20 JUTA RUPIAH !! Sisanya bisa diminta untuk jaga di klinik SEFT. Jika sehari ada 10 pasien aja dan masing-masing ngasih 10 rb misalnya, maka dalam sehari akan terkumpul dana Rp. 100.000,- dan sebulan bisa 3 juta rupiah. Tapi saya pikir, gak mungkinlah jaman sekarang ini orang ngasih 10rb untuk biaya pengobatan. Setidaknya 20 atau 50rb lah.

Nah, itu contoh di yayasan AlMadinah. Bagaimana dengan anda? Saya yakin semua orang dilahirkan dengan potensi masing-masing. Mereka yang mensyukuri potensinya, fokus disana untuk mengembangkannya akan menjadi orang-orang yang sukses. Masih ingat pesan Allah SWT, “Barang siapa bersyukur, maka aku tambah nikmat-Ku”.

Contohnya saya. Saya ini termasuk yang kurang kalau disuruh ngomong di depan umum. Udah deh mau dipaksa kayak gimana gak bakalan mau. Tapi, saya punya kemampuan menulis. Maka jadilah saya “ngomong” dalam bentuk tulisan untuk orang banyak. Sampai sekarang gak tahu deh udah berapa ribu orang yang baca tulisan saya. Itulah yang dinamakan fokus pada keunggulan. Daripada saya menghabiskan waktu dan energi untuk belajar bicara di depan umum, saya memilih mengasah kemampuan menulis saya. Hasilnya, dari tulisan-tulisan itu saya dikenal banyak orang bahkan bisa mendapatkan uang.

So, mulai sekarang coba deh berkaca. Bukan cari kekurangan, tapi cari kelebihan-kelebihan anda🙂

5 thoughts on “Fokus pada Keunggulan bukan Kekurangan

  1. Benar sekali mas lutvi,memang harus begitu supaya kita jadi bersyukur dan tidak bosan-bosannya belajar dan belajar terus supaya jadi yang terbaik dan bisa membahagiakan keluarga,heheheh😀

    regard,

    Mif

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s