Bayi yang Minta Makan

Tadi pagi seperti biasa saya bercengkrama dengan istri dan balita kami. Saat itu kami makan nasi bungkus yang kami beli di warung langganan. Aqila yang masih 4 bulan melihat kami makan dengan nikmatnya dan berusaha meraih makanan kami. Pandangan matanya seolah-olah ingin makan juga.

Tapi sekeras apapun dia berusaha, kami takkan memberikan makanan itu. Bukan sekarang karena ini demi kebaikan dia juga. Apa jadinya kalau dalam usianya yang masih dini dia harus makan nasi yang kami makan. Bisa rusak ususnya nanti.

Dari situ entah siapa yang membisikkan, saya jadi mendapatkan secercah harapan akan doa-doa yang kami panjatkan selama ini. Mungkin juga doa-doa anda yang saat ini belum juga dikabulkan oleh Allah SWT.

Kita tak pernah tahu resiko dari setiap permintaan kita. Kita merasa orang lain mendapatkannya dan bahagia atasnya, berarti juga akan jadi kebahagiaan untuk kita. Padahal boleh jadi, kesenangan atau permintaan yang kita harapkan akan menjadi malapetaka besar untuk diri kita maupun keluarga kita.

Allah Maha Tahu apa yang lalu dan yang akan datang. Saat kita meminta rumah misalnya, dan ternyata Allah tak kunjung memberi, pasti ada sesuatu di balik rumah itu. Allah menundanya. Boleh jadi rumah itu tidak membawa bencana apa-apa, tapi mungkin menghasilkan kesulitan saat kita hendak mencicil-nya. Dan Allah sedang merencanakan untuk memberi rumah kontan di waktu yang tepat nantinya.

Soal berangkat haji misalnya. Mungkin sengaja oleh Allah uangnya tidak diberikan sekarang. Apa jadinya kalau tiba-tiba kita punya uang 160 juta untuk ONH Plus padahal waktu haji masih 10 bulan lagi. Boleh jadi kita justru menggunakannya untuk hal-hal yang tidak manfaat dan pas ketika waktunya, justru uang itu sudah tidak kita pegang lagi. Allah menyimpannya untuk kita, ditempat yang teraman.

Banyak permintaan yang tidak kita terima dalam waktu dekat. Tapi seperti anak saya, jangan pernah berhenti meminta dan jangan gondok dengan memboikot amalan yang sudah mulai biasa kita lakukan. Tetap tahajud, tetap sholat dhuha, tetap puasa sunnah dan tetap bersadaqah. Nanti ketika tiba waktunya akan ada keajaiban dari Allah dari arah yang tak pernah kita duga sebelumnya. Allahu Kariim..

7 thoughts on “Bayi yang Minta Makan

  1. ketika kelak si bayi besar nanti, gantian, orang tua yang merengek meminta makan tapi anaknya tidak ngasih. Soalnya orang tua nya udah bener-bener tua dan tidak ber-gigi lagi, sedangkan anaknya lagi makan Sukro. Haha😀

  2. Allah selalu tahu yang terbaik untuk kita dan kapan waktu yg tepat memberikannya. Saya jadi ingat ada beberapa amalan yg sudah agak lama saya tinggalkan. Terlalu disibukkan dg urusan dunia. Mungkin saatnya introspeksi lagi. Thanx mas.

  3. sering-sering “mengejutkan” orang dengan bersedekah dan tunggulah Allah akan “mengejutkan kita nanti…. 🙂
    ——-
    anaknya sehat banget mas. saya juga punya anak yang masih balita. Sekarang umurnya sudah 9 bulan…. ga nanya ya… hehe

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s