Mengatasi Masalah ala Packing Barang

Ada salah satu guru SD saya dulu (kalau ndak salah walikelas kelas 6SD) yang ngasih pertanyaan begini. Ada batu dengan berbagai ukuran mulai besar sekali, besar, kecil sampai kecil sekali dan ada juga pasir. Semua harus bisa dimasukkan dalam suatu box dan tidak boleh ada satupun yang tidak masuk. Waktu itu saya nggak kepikiran soal packing barang sih. Saya juga lagi setting otak matematika karena saya kira itu tebakan matematika.

Muter-muter saya mikir eh temen saya nyeletuk, dimasukkan yang besar dulu pak, nanti yang kecil tinggal diguyurkan udah bisa ngisi celah-celah kecilnya. BENER!! Kata guru saya.

Dan alhamdulillah, ilmu iseng itu rupanya masih saya ingat dan saya pegang mulai sekarang. Termasuk ketika pindahan rumah kemarin ke kontrakan yang baru di daerah Gebang – Sidoarjo. Jadi yang pernah datang ke rumah saya di Medayu, sekarang harus mengubah mindset-nya karena saya sudah pindah hehehe..

Ketika packing barang, upayakan memasukkan barang-barang yang besar dulu, kemudian baru yang kecil. Dan tidak asal masukkan barang, tapi anda harus memilah-milah dan mengelompokkan barang-barang itu. Misalnya barang pecah belah, harus dalam 1 paket dengan pecah belah. Alat kantor dengan alat kantor. Buku-buku dengan sesama buku. Selain memudahkan dalam pembongkaran nanti, jg untuk mempermudah petugas pengangkut mengenali isi di dalamnya.

Nah, ternyata ilmu packing ini juga bisa diterapkan dalam mengatasi berbagai masalah hidup. Ya, karena hidup ini adalah gudangnya masalah dan hanya orang mati saja yang tidak punya masalah (itupun kadang ada yang bermasalah karena kuburannya digusur hehehe). Maka kita perlu trik mengatasi masalah dengan efektif dan efisien. Jangan sampai aneka masalah itu tetap jadi masalah hingga akhirnya kita coba lari dari masalah yang ternyata setelah capek-capek lari masalah malah makin besar aja.

Sebagaimana seni packing, seni mengatasi masalah juga sama. Tulis dulu masalahnya semuanya dalam secarik kertas. Nah, pilih deh mana yang paling besar lalu pikirkan bagaimana mengatasinya. Persis seperti orang packing kan? Cari yang besar dan masukkan box. Tidak perlu anda mikir darimana masalah ini datang, apa sebabnya, dll. Seperti orang packing, takkan pernah mikir, bagaimana barang ini datang kesini ya? Kok bisa ada barang ini? Pokoknya ada barang masukkan beres..๐Ÿ™‚

Kita ini kan sukanya menambah beban pikiran. Udah tahu masalah itu berat, nyari penyelesaiannya aja sulit eh masih kita tambahi dengan masalah baru yaitu mencari sumber masalah. Contohnya Lapindo Sidoarjo tuh. Bukannya cari cara dan mengerahkan seluruh energi yang ada untuk menutup semburannya, tapi justru nyari siapa yang salah dan siapa yang harus bayar kerugian. Lama nyari siapa yang salah masih ditambah lagi masalah baru, gimana cara bayarnya, gimana ngukur tanahnya, dst. Akhirnya kalau sudah besar gini, menjangkau semburannya aja tidak bisa, trus gimana coba? (sorry melenceng dikit soalnya sekarang saya tinggal beberapa kilometer aja dari tanggul lumpur itu hehehe).

Jadi kalau menghadapi masalah, STOP LIHAT KEBELAKANG. Atasi efeknya dulu sampai selesai, setelah beres baru cari masalahnya lalu tutup. Website yang kena hack juga gitu. Kalau anda repot cari dimana lubang keamanannya, hacker itu masuknya gimana, dll maka web anda nggak online-online jg. Jadi, restore dulu webnya baru cari lubang keamanannya.

Ada kecelakaan misalnya, kalau pelakunya bisa tertangkap saat itu juga tangkap. Tapi kalau ndak, tolong dulu korbannya. Rawat dan bawa ke rumah sakit. Nanti penangkapan pelaku sudah tanggung jawab aparat keamanan. Kalau kita rame2 ngejar pelaku lalu korban malah tewas gara-gara tidak ada yang menolong, maka yang salah sebenarnya kita ini.

Nah, seringkali masalah-masalah kecil itu adalah efek dari masalah yang besar. Contoh dalam bidang per-website-an, gara-gara hosting gak support script tertentu maka seluruh system web jadi gak jalan. Masalahnya dimana? Tentu di hostingnya. Karena itu, sangat bijak bagi yang belajar untuk memilih hosting yang ditangani oleh yang ngerti soal website. Contohnya cbwebspace.com hehehe (promo mode on)

Sekarang sudah tahu kan gimana mengatasi banyak masalah? Dan harus selalu anda camkan dalam hati, anda yakini benar-benar, bahwa sebesar apapun masalah itu dia tidak akan melebihi box paket yang kita miliki. Makin besar box yang kita punya, makin besar juga barang yang bisa kita masukkan. Jadi percayalah, tiap masalah itu sudah disiapkan jalan keluarnya. Kita cuma belum nemu aja. Mirip seperti tebakan gitu lah. Pusing-pusing kita mikir jawabnya, eh ternyata jawabnya cuma gitu doang๐Ÿ™‚

14 thoughts on “Mengatasi Masalah ala Packing Barang

  1. Pertamax……
    Saya suka motivasi ini mas Lutvi, terutama kalimat
    “STOP LIHAT KEBELAKANG” nya…

    Sebuah pengalaman masa kecil yang indah…
    thanks atas motivasinya…

  2. Identifikasi masalah penting banget agar kita bisa mencari solusi satu per satu. Maka dari itu perlu ditulis dech dalam secarik kertas semua masalah yang timbul. Ketika kita menulis identifikasi masalah yang ada, baru ditulis saja seudah ketemu tuh solusinya. Artikelmu menarik mas. Motivatif sekali

  3. bener juga ya mas lut.. masalah yang terbesar direbeskan terlebih dahulu baru lah masalah yang ecek2kan dicara solusi na..
    artikel ini menjadi inspirasi untuk packing barang dagangan aku ne..

  4. untuk orang yang gau tahu bagaimana caranya minum melalui botol, mungkin akan membanting atau memotong botolnya untuk mengeluarkan airnya untuk diminum, tapi kalau yang udah tahu, tinggal putar tutup botolnya ke arah kiri, ke buka deh tutup botolnya dan airnya bisa langsung diminum…. Sesimple itu sebenarnya….

  5. wah… thanks pencerahannya and satujulah intermezzo nya. Gimana yah ngilangin kebiasaan di bangsa kita ini yang klo terjadi sesuatu itu kayak orang gak ngerti, baik dalam bidang apapun. salah satunya lagi yang diharepin perubahannya pergi ke rumah sakit. Orang kerumah sakit jelas pengen diobatin bukan itung-itungan duit. Yang jelas saya masih salut ma penanganan di luar negeri. Masuk rumah sakit terus ditangani sampai safe bener, baru deh itung-itungan… Btw, maju terus bos!!!

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s