Awas Mental Block !!

Mental BlockSetelah kemarin bicara soal mimpi alias big plan for universe, hari ini kita bicara soal musuh dari mimpi dan begitu kuatnya musuh ini sehingga membuat kita takut mimpi kita terwujud. Nah lho..! Baut anda yang merasa sudah pasang dream, sudah melakukan aneka visualisasi bahkan semua ajaran dari para motivator dunia sudah anda kerjakan. Tapi kenapa ya mimpi itu tak kunjung datang? Kenapa orang lain begitu mudahnya memperoleh mimpi sedangkan saya kok begini-begini aja. Jangankan kena yang dimimpikan, mendekati aja ndak.

Ups… itu tanda-tanda ada Mental Block dalam diri anda!

Mental Block apaan lagi tuh? Mental Block adalah sebuah kepercayaan, pemahaman atau boleh juga keyakinan yang kuat dalam diri kita terhadap suatu peristiwa. Contoh paling mudah yang biasa diberikan oleh Tung Desem Waringin adalah mental soal Uang. Uang itu adalah… ?

Dulu orang-orang tua sering mengatakan, hush.. jangan mainan uang. Uang itu Kotor… jreng..jreng (bayangin ada musik latarnya ya hehehe). Otak anak-anak tidak memiliki filter, sehingga perkataan idolanya, guru kehidupannya akan langsung membekas. Yes! Uang itu kotor, jangan mainan uang karena uang itu kotor.

Agak besar, saat si anak bermain kotor-kotor, si anak dimarahi dengan penuh emosi. Si ibu pun memberi pelajaran penting bagi hidup anak, “Hii jijik…. mainan kotor ntar cacingan lho. Ntar sakit baru tahu rasa.” Masih untung tidak ditambah cubitan atau pukulan di paha. JREEENGG !! Tambah satu pemahaman lagi. Kotor itu jelek, bikin sakit alias penyakitan. Maka otak menghubungkan arti kotor sebelumnya.

Uang itu kotor. Kotor itu sumber penyakit. Jadi, kalau punya uang, penyakit akan datang. Maknyuuusss !!!

WHOOIII ORANG TUA.. Selamat! Anda sudah memasang mental block pada diri anak anda. Kelak ketika dewasa dia akan menemukan kenyataan-kenyataan yang makin menguatkan keyakinan ini. Dia dapat kabar si ini, si anu dan si itu semua orang kaya sekarang berbaring di rumah sakit, ngabisin duit. Tambah deh pemahamannya, Tuh bener kan? Banyak uang = banyak penyakit. Uang = Penyakit.

Lalu ketika ada motivator bertanya, Mau Uang atau Mau Sehat ?? Walaupun teriak pengen uang, tapi dalam hati bilang biarin deh gak punya uang asal sehat. Percuma punya uang kalau cuma buat bayar rumah sakit.

Demikianlah terus dan terus mental block ini dipupuk. Nah, suatu hari ketemu dengan buku the Secret. Dibaca… ooo kalau mau punya duit banyak, harus bermimpi dulu. Di visualisasi. Dia bayangin deh punya duit segepok seratus ribuan semua. Dia bayangin mejanya penuh duit. Tapi si Mental Block juga berbisik, iya deh gpp mikir duit segitu, tapi jangan dimiliki ntar jadi penyakit.

Alhamdulillah ketemu juga dia dengan duit segepok waktu mau ambil duit di bank. Tapi itu duitnya orang lain yang mau disetorin.. hahaha…

Trus gimana dong mas kalau emang itu kenyataannya? Mungkin mental block anda bukan berhubungan dengan uang. Mungkin dengan mobil atau bahkan rumah. Pengen rumah mewah tapi dalam hati bilang “Wah gimana bayar pajaknya ya? Gimana ngepel-nya? dll”.

Solusinya? Nantikan artikel berikutnya yach… xixixi.. Mau sholat dulu biar dapat pangsit.. eh wangsit🙂

11 thoughts on “Awas Mental Block !!

  1. ketika si anak mau ikutan orang tua jalan, biasanya sang orang tua (di kampung) bilang “di sini aja, jgn ikutan! bapak/ibu mau berobat ke dokter. Kalo kamu ikutan nanti kamu disuntik ma dokter lhoooo..”😀

    apakah itu termasuk mental blok juga ya mas, sehingga membekas di benak sang anak tentang ganasnya sang dokter…
    dan itu jg salah satu yg menyebabkan sang anak phobia thd dokter. sy kira spt itu, iya gak ya…

    • Iya benar sekali ! Jangan terlalu menakuti, jangan juga terlalu memotivasi. Keponakan saya terlalu dimotivasi soal minum obat. Dipuji berlebihan kalau dia mau minum obat, hasilnya gak sakitpun pengen minum obat, akhirnya overdosis deh😀 Jadi sewajarnya ajalah. Jujur dan terus terang aja sama anak

  2. kita harus berhati2 berkata2 utk anak2 kita. Salah asuhan atau salah mengeluarkan kata2, bisa membangun blok2 yg bisa menghambat kesuksesan anak2.

    Artikel yang bagus Mas Lutvi, mengingatkan diri utk tetap positif dalam segala hal.

  3. jadi inget temen sya yang guru tk pernah bilang ke saya kalau punya anak jangan membentuk anak dengan ketakutan dri kecil dengan mengekang setiap anak dalam melakukan aktivitasnya,seperti:jangan naik tangga itu nanti kamu jatuh,jangan ini,jangan itu.karena akan membuat mental anak mempunyai mental ciut pada waktu dewasa,ini mungkin bisa di bilang mental block juga kali ya

  4. Mental Blok VS Dream… sangat menarik.

    ditunggu artikelnya bagaimana mengenali mental blok di diri kita dan cara mengatasi-nya… apakah diperlukan orang lain untuk meminimalisir mental blok… ditunggu infonya gan LUTVI.

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s