Jalan Dakwah yg Berliku

Barisan dakwah

Barisan dakwah

Jalan ini Jalan Panjang..
Penuh Aral yang Melintang..
Namun Jua kau lalui
Tuk Ilahi..

Itulah lirik sebuah nasyid tempo dulu yang sedikit menggambarkan jalan dakwah. Memang perjalanan dakwah bukanlah perjalanan yang ringan. Ada saja aral melintang di hadapan yang harus kita terjang. Tak sedikit perjalanan kita terhenti karena ada batu cadas menghalangi perjalanan sehingga pilihannya menghancurkan cadas itu ataukah memutar haluan.

Perjalanan dakwah jadi ringan tatkala dilakukan dalam sebuah jamaah. Dalam komunitas dakwah dimana insan-insan di dalamnya saling membahu bantu membantu. Sungguh beban dakwah berat, air mata yang tertumpah berubah jadi senyum bahagia ketika bersama-sama dalam jamaah. Cadas sebesar apapun bisa kita lewati, bahkan jika terpaksa memutar hingga perjalanan semakin panjang tetaplah mudah karena ada rekan seperjuangan di sisi kita.

Saat ini dakwah sudah mulai merambah dunia parlementaria. Dakwah di gedung dewan. Dulu mungkin di gedung ini korupsi jadi hal yang lumrah dan wajar. Bahkan mereka yang enggan korupsi akan tersingkirkan dengan berbagai upaya. Sekarang kader-kader dakwah sudah mulai mewarnai. Meski baru beberapa persen saja, namun tindak-tanduk mereka sudah mampu mewarnai gedung dewan. Korupsi jadi hal yang sulit sekarang akibat vokal-nya kader-kader kita.

Perjalanan belum berakhir. Kerikil-kerikil tajam semakin banyak. Para koruptor mulai jengah dengan kehadiran dakwah di sana. Mereka sulit bergerak, mereka seolah terus diawasi sehingga tak bisa leluasa dalam memainkan aturan negara. Terakhir upaya mereka mengadakan proyek renovasi gedung dewanpun digagalkan oleh kader-kader dakwah. Gedung dewan masih sangat layak sehingga belum waktunya direnovasi apalagi jika menghabiskan dana lebih dari 6 milyar rupiah.

Maka serangan atas dakwah pun dilancarkan. Mulai komentar-komentar miring, tudingan tanpa bukti hingga fitnah-fitnah keji yang berusaha meruntuhkan bangunan ukhuwah dakwah. Namun mereka lupa, mereka lupa jika bangunan itu dibangun dengan pondasi yang amat kokoh. Mungkin beberapa bagian tercerai karena tidak terikat dengan baik dalam halaqoh pekanan. Mungkin satu dua orang tak mampu kita selamatkan karena begitu mudahnya mereka percaya tipu muslihat musuh dakwah. Tapi bangunan inti dakwah ini tetaplah utuh dan justru semakin kokoh. Upaya mereka bukannya menghancurkan dakwah ini, tapi justru makin mempererat dan memperkokoh saja.

Memang dakwah ini sempat terlena selama beberapa tahun. Itu sebabnya para musuh dakwah melihatnya sebagai momen untuk menghancurkan bangunan ini. Tapi rupanya, dakwah ini bergerak lebih cepat dari rencana mereka. Mereka hendak berbuat makar terhadap Allah dan orang-orang beriman. Sesungguhnya Allahlah sebaik-baik pembuat makar.

Dan mungkin berbagai badai ini adalah cara Allah untuk membangunan insan-insan dakwah agar kembali dalam barisan. Bertahanlah dan bersiap siagalah!!

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s