Beda Sikap Beda Hasil

Guru Umar Bakri

Guru Umar Bakri

Bagaimana hidup kita jika hanya punya penghasilan 700rb/bulan?
Bagaimana hidup kita jika hanya punya penghasilan 600rb/bulan?

Bagaimana jika kita mendapatkan masalah 1 tahun lagi?
Bagaimana jika kita mendapatkan masalah sekarang?

Ada banyak hal yang pasti akan kita hadapi dan hanya masalah waktu dan kesiapan saja yang membedakannya. Apa yang akan kita lakukan ketika mendapati kenyataan penghasilan per bulan keluarga hanya 700rb saja? Apa yang akan kita lakukan ketika penghasilan keluarga hanya 600rb?

Hidup dengan penghasilan 700rb di jaman sekarang ini mungkin adalah hidup yang sulit. Tapi hidup dengan 600rb per bulan mungkin juga lebih sulit walaupun rasanya mungkin sama saja. Sama-sama susah.

Namun sikap yang berbeda justru memberikan hasil yang berbeda. Dalam buku FSQ diceritakan seorang guru dengan gaji 700rb/bulan memiliki 40.000 ekor ayam. Bagaimana bisa? Padahal rekan-rekannya yang memiliki gaji di atas 1 juta justru berkutat dengan hutang?

Ternyata jawabnya sangat sederhana. Beliau tahu masalah besar akan datang kelak ketika gaji itu akan segitu saja. Harga-harga akan naik, anak-anak harus sekolah lebih tinggi dan sudah pasti biaya hidup akan membengkak. Maka beliau memilih sikap mengambil masalah itu di depan ketika 700rb jaman itu lebih besar daripada 700rb jaman sekarang. Bagaimana caranya?

Setiap bulan, beliau menyisihkan 100rb gajinya untuk membeli ayam. Ayam-ayam itu dibesarkan hingga bertelur dan beranak pinak. Beliau rajin menyisihkan 100rb tiap bulannya. Masalah memang kemudian datang, tapi beliau hadapi dengan jantan. Dan ternyata sikapnya membuahkan hasil bertahun-tahun kemudian tatkala ayam-ayamnya tumbuh makin banyak hingga mencapai 40.000 ekor. Sekarang, meski gajinya tak jauh-jauh dari angka 1 juta, penghasilannya melebihi gaji bulanannya.

Hidup itu pasti mendapati masalah. Karena satu-satunya tempat tanpa masalah hanyalah di surga kelak. Bukankah dunia ini adalah tanah ujian? Bukankah kita di dunia ini sedang menjalani sebuah ujian. Meski begitu, Allah bersumpah akan mencukupkan rejeki hamba-hamba-Nya. Tak peduli dia beriman ataupun kafir.

Masalahnya kemudian, kapan masalah itu akan datang kepada kita. Bukankah lebih mudah mengatasi masalah yang kita sudah mempersiapkan diri sebelumnya. Gaji 700rb pasti kurang, gaji 600rb juga kurang. Tapi ketika gaji kurang itu kita hadapi di awal alias sebelum 700rb itu terpakai, kita sudah ambil duluan 100rb maka secara otomatis otak kita akan mempersiapkan diri menghadapi masalah yang akan menghampiri. Akhirnya sebelum bulan berjalan otak sudah mengatur budget harian misalnya 20.000/hari

Tapi ketika 700rb itu tak kita kurangi di awal, biasanya kita akan merasa cukup sehingga pikiran tidak melakukan persiapan apapun untuk menghadapi masalah di masa mendatang. Bahkan biasanya karena di akhir bulan sudah kehabisan uang, maka nilai 700rb seolah besar ketika diterima. Akhirnya malah dipakai untuk beli kebutuhan yang tak penting hingga mengurangi budget belanja bulanan. Dan ketika masalah itu datang, saat gaji benar-benar kurang barulah pikiran bergerak dan karena sudah urgent maka biasanya cenderung mencari jalan pintas dengan cara korupsi, mencuri atau yang lebih lurus berhutang di koperasi.

Menurut saya, penghasilan berapapun itu sama saja. Saya pernah merasakan memiliki penghasilan 80rb/bulan. Saya juga pernah merasakan penghasilan 50 juta/bulan. Menurut saya sama saja. Sama-sama cukup hehehe… Dulu dengan 80rb/bulan saya masih bisa menabung dan sekarang dengan 50juta/bulan saya juga tetap bisa menabung. Tapi saya akui prosentasi tabungan ketika masih 80rb justru lebih besar daripada sekarang😀 Makanya saya kemudian nulis ini, karena saya seperti terlupa asyiknya menabung di masa sulit itu. Ketika penghasilan saya baru 6 juta/bulan saya sudah punya 75gr emas murni lho. Sekarang penghasilan 50jt saya malah gak punya emas sama sekali.

Karena itu sejak sebulan yg lalu saya coba menyisihkan penghasilan. Berhubung kerja saya ini penghasilannya harian, jadi saya sisihkan harian juga. Setiap pagi ke ATM ambil uang untuk ditabung. Aneh ya? Nabung malah ngambil ATM xixixi.. Soalnya kalau ditaruh di bank justru malah cepet habis karena ditransfer ke sana sini wkwkwk…

Alhamdulillah sudah sebulan dan masih bisa rutin nabung. Saya belum mau tergoda untuk menambah tabungan meski bisa, karena pengalaman sebelumnya ketika berhasil satu bulan saya lalu nambah tabungan hingga 2x biasanya dan dengan nilai yang baru tatkala sehari saja saya gak bisa nabung akhirnya bertumpuk2 kewajiban nabungnya dan malah gak nabung sama sekali.

Maka, sebaiknya konsisten saja. Kalau mau 100rb/bulan ya 100rb/bulan terus. Kalau bisa sih dibelikan sesuatu yang bisa berkembang sehingga bisa menambah penghasilan di masa mendatang.

Saya pernah share di Facebook bahwa untuk bisa menjalankan ibadah qurban dan umrah itu sebenarnya sangat mudah.

  1. Menyisihkan Rp. 3.000/hari = Rp. 1.095.000/tahun = 1 kambing
  2. Menyisihkan Rp. 20.000/hari = Rp. 7.300.000/tahun = 1 sapi
  3. Menyisihkan Rp. 50.000/hari = Rp. 18.250.000/tahun = 1 x umrah

Lihatlah… kalau kita potong penghasilan kita 3.000 saja tiap hari atau kalau bulanan berarti 90.000/bulan maka tahun depan kita sudah bisa beli 1 ekor kambing qurban. Kita bisa bikin tabungan qurban atau tabungan umrah seperti ini:

Tabungan Qurban Sederhana

Tabungan Qurban Sederhana

Sangat sederhana, cukup dibuat dari kertas karton tebal saja. Kita juga bikin dari kaleng bekas minuman atau apapun juga yang penting bisa dipakai untuk menyimpan uang. Kalau menggunakan model seperti di atas, kita ada ruang untuk mencatat sudah berapa hari kita menabung sehingga kalau ada yang lubang karena lupa bisa langsung ketahuan. Kedisiplinanlah yang menurut saya paling penting dalam menabung ini.

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s