Takut Apa?

Ketika kita memiliki harta yang melimpah, mungkin kita takut jika anak-anak kita menjadi anak2 yang bermasalah

Ketika kita memiliki harta yang cukup, mungkin kita takut harta kita diambil orang atau sumber penghasilan kita lenyap begitu saja

Ketika kita memiliki pekerjaan yang mapan, mungkin kita takut pekerjaan itu hilang dari tangan kita.

Ketika kita memiliki harta yang hanya cukup untuk makan hari ini, mungkin kita takut tak bisa makan besok

Ketika kita hanya memiliki nyawa saja karena seluruh tubuh terserang aneka macam penyakit, mungkin kita takut tak bisa bernafas lagi besok.

Ketakutan terjadi saat batas nyaman kita terusik. Akibatnya kita melakukan berbagai upaya agar batas nyaman itu kembali aman. Mereka yang batas nyamannya berupa pekerjaan akan melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan pekerjaannya. Mereka yang batas nyamannya adalah bisa makan hari ini akan berupaya keras ada esok hari masih bisa makan.

Bagaimana jika seseorang kemudian menghancurkan sendiri batas nyamannya? Bagaimana jika pekerjaan yang bertahun-tahun digeluti, dia hentikan sendiri atas kesadarannya sendiri? Maka saat itulah dia menghancurkan juga rasa takutnya. Mereka yang kemudian dengan gagah menyatakan resign dari kantor tempat dia bekerja bertahun-tahun telah mengalahkan rasa takutnya sendiri.

Seringkali rasa takut itu bukan karena sesuatu yang sebenarnya layak untuk ditakuti. Beberapa kasus phobia yang pernah terjadi rata2 justru takut pada hal yang sangat aman. Takut kecoa misalnya, takut tikus, takut kucing, dll. Bahkan ada yang takut bunga mawar dan buah durian. Setelah ditelusuri biasanya berawal dari rasa nyaman yang terganggu. Lagi asyik2 ngelamun ada kecoa nemplok ke hidung. Saking kagetnya jadi phobia.

Maka solusi untuk mengatasi rasa takut itu sendiri adalah dengan menghancurkan rasa nyaman yg menjadi pembatasnya. Mereka yang takut kehilangan pekerjaan, sebaiknya justru keluar dari pekerjaan. Bagaimanapun juga pekerjaan yang dijalani dengan rasa takut, hasilnya tidaklah maksimal.

Saya tidak mengatakan menjadi karyawan itu jelek ya. Karena karyawan yang bekerja karena kecintaannya pada pekerjaan itu, karena ingin berdedikasi dan bermanfaat bagi banyak orang adalah karyawan yang mulia menurut saya. Mereka yang jadi PNS, melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Bekerja secepat mungkin agar urusan warga cepat kelar. Mereka yang jadi guru dan bekerja dengan penuh dedikasi, berusaha memperbaiki metode belajar agar bangsa ini pintar. Mereka adalah orang2 yang mulia menurut saya. Dan saya yakin dalam diri mereka, tak ada rasa takut kehilangan pekerjaan. Karena dengan dedikasinya justru pekerjaan yang takut kehilangan dirinya.

Maka kalahkan rasa takut dengan memperluas zona nyaman kita. Lakukan invasi ke berbagai bidang agar kita memiliki zona nyaman yang luas.

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s