Adu Domba

adu-dombaPolitik adu domba sudah kita pahami sejak SD dulu. Kita benar2 benci teknik pecah belah yg sudah membuat bangsa kita berada dlm penjajahan Belanda hingga 3,5 Abad. Kitapun mendapatkan pelajaran sejarah yg tak kalah penting tentang arti persatuan dan kesatuan.

Nah, lucunya meski kita sudah hafal pelajaran itu masih saja kita mau menjadi domba yg diadu. Kita mau2nya disuruh menghina2 saudara sendiri. Kita begitu mudah menghujat pihak lain. Dan sepertinya kita sdh tak lagi punya otak utk berpikir apa yg sebenarnya terjadi.

Dulu ketika guru mengajarkan bagaimana raja2 saling berperang gara2 adu domba belanda saya bertanya pada diri sendiri kok bodoh sekali ya mau2nya diadu sama belanda. Dalam bayangan saya yg masih bocah belanda itu pergi ke raja satu trus besok ke raja satunya lagi.

Sekarang saya baru tahu, ternyata utk bisa bikin kelompok satu dan kelompok lain berselisih tak harus turun langsung. Cukup sentil salah satu kelompok dg topik yg sensitif maka kelompok itu akan kreatif menjadi pihak provokator.

Contohnya klo saya mau adu antara Muhammadiyah dan NU saya cukup bilang Bid’ah itu sesat. Maka dyarr orang NU pasti akan marah2 dan menuduh saya orang Muhammadiyah. Dan di Muhammadiyah saya tinggal bilang Meninggal kok dilempar gitu aja kayak bangkai. Dan wuss mulailah pertempuran kedua pihak.

Klo saya yg bilang langsung mungkin belum wah ya. Tp klo saya gunakan salah satu nama dr tokoh2 NU atau Muhammadiyah maka efeknya akan sangat dahsyat.

Kelemahan kita itu tak pernah kritis pada pembawa berita. Kita menganggap siapapun yg menyampaikan kejelekan lawan kita adalah kawan dan 100% benar. Padahal pembawa berita jaman sekarang sangat susah dibedakan antara berita nyata dan aspal.

Sebenarnya Islam sudah membentengi umatnya dengan prosedur Tabayun. Ketika ada info kejelekan saudara seiman maka kita WAJIB TABAYUN dulu. Kita harus tanya benar ndak berita yg beredar sekarang? Sayangnya bahkan mereka yg sekelas tokoh2 pun sangat reaktif dlm menghadapi satu berita.

Nah, pertanyaannya? Apakah kita akan tetap jadi domba blo’on yg mau2nya diadu? Atau kita mulai membiasakan tabayun sblm menyebarkan berita? Gunakan otakmu sebelum Allah mengambilnya krn tak pernah kita gunakan

5 thoughts on “Adu Domba

    • Tentang apa saja. Tentang Malaysia vs Indonesia bisa. Tentang NU vs Muhammadiyah. Tentang IM dan HT. Tentang Hamas dan Fatah. Intinya umat ini sedang diadu domba oleh orang lain dan begitu mudah dan bodohnya kita karena mau-maunya jadi domba tolol yg dimainkan orang asing

      • Nice sharing, Mas…

        Lanjutkan Dakwah via Dunia maya nya…

        Klo cita2 saya, di dunia maya untuk cari uang, di dunia nyata bisa fokus mengajak manusia e jalan Allah…

        Tp klo bisa dua2nya, keren juga ya…🙂

  1. Wuih, ane ngerti banget Gan. Mirip dengan pembahasan ane kemarin. Ane mengistilahkannya dengan shrink telling. Tapi ane nyadar, sempet lupa, ada yang namanya tabayun. Thanks banget dah atas sharingnya Mas.😀

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s