Umat Islam harus Kaya!

kayahartakayahatiKita semua paham bahwa Allah menciptakan kita bukan tanpa sebab. Allah menciptakan manusia adalah agar manusia beribadah kepadaNya. Ini adalah tujuan dan seharusnya juga menjadi arah tiap aktifitas kita. Bahwa kita melakukan apapun agar dpt beribadah kepada Allah.

Sampai2 dlm sholat kita berikrar,”Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah”. Dan ibadah wajib yang kita semua pahami ada 5 macam:

1. Bersaksi bahwa tiada Illah kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah
2. Mendirikan sholat
3. Berpuasa di bulan Ramadhan
4. Membayar zakat
5. Haji

Lima dasar Islam itu kita kenal sebagai rukun Islam. Dan utk bisa menegakkan kelimat dasar itu, kita harus kaya!

Kaya disini benar2 kaya secara materi. Bukan hanya kaya ilmu atau kaya iman. Kenapa? Karena perintah zakat misalnya, hitungannya adalah harta atau investasi yg kita miliki. Tidak ada yg namanya zakat ilmu atau zakat iman atau zakat hati. Maka kaya dlm bahasan ini adalah kaya harta.

Bisakah orang yg tidak kaya membayar zakat? Bisa saja, tapi nilainya bukan zakat melainkan sedekah. Karena persyaratan tunainya zakat adalah nisab.

Untuk emas misalnya, aturan Islam mengharuskan seseorang memiliki 20 dinar emas yg disimpan selama 1 tahun. 20 dinar itu setara dengan 88gr emas 22 karat jika mengacu pada ukuran 1 dinar = 4,4gr emas 22 karat.

Orang yg sanggup menyimpan 88gr emas dan emas itu benar2 nganggur selama 1 tahun maka sudah disebut orang kaya dan berhak utk menjalankan syariat zakat. Bagi yg belum, maka tidak berhak berzakat kecuali sekedar sedekah.

Ada yg bilang Rasulullah aja miskin kok kenapa kita kemudian bersusah payah agar menjadi orang kaya?

Pemahaman ini yg perlu diluruskan. Karena kalau melihat kenyataan sejarah Rasulullah justru sangat kaya raya. Buktinya mahar ketika meminang Khadijah aja 100 ekor unta. Padahal unta adalah kendaraan termahal di jaman itu. Dalam setiap peperangan, Rasulullah mendapatkan jatah 1/3 ghanimah. Jadi secara pemasukan beliau amat sangat kaya.

Namun beliau juga terkenal sangat dermawan sehingga hartanya dihabiskan untuk perjuangan dakwah Islam. Karena itulah di akhir hayatnya, beliau tak memiliki harta lagi bahkan pakaian perangnya masih tergadai.

Artinya apa? Beliau adalah orang sangat kaya tapi sekaligus sangat dermawan. Seluruh hartanya dipergunakan dalam perjuangan menegakkan kalimat Allah.

Nah, bagaimana dengan kita yang katanya meniru Rasulullah? Dengan tetap miskin tapi kemiskinannya karena enggan berusaha lebih keras, enggan mencoba hal-hal yang lebih efektif mendatangkan rejeki atau bahkan enggan meminta kepada Allah agar diberi kekayaan yang banyak? Yang terjadi kita miskin bukan karena berjuang, bukan karena harta kita telah diinfaqkan seluruhnya di jalan Allah. Kita miskin karena ulah kita sendiri. Jadi, sungguh tak pantas jika kemiskinan seperti itu membuat kita merasa meniru Rasulullah.

Kalau mau fair meniru Rasulullah, maka kerja yang keras, jadi pengusaha ekspor impor sebagaimana Rasulullah yang sudah berdagang di negeri syam saat muda. Jadilah orang yang kaya raya, punya rumah dan mobil mewah. Dengan kekayaan itu, tegakkan kalimat Allah di muka bumi. Jadilah direktur dari perusahaan yang ketat menerapkan aturan Islam. Pegawai dilarang telat sholat, pegawai wajib sholat dhuha, pegawai wanita wajib berjilbab. Dengan kekayaan itu, kita berdakwah sebagaimana Rasulullah.

Lha kalau miskin, gimana mau berdakwah? Paling cuma bisa ceramah di sana sini tanpa bisa melakukan kontrol yang ketat terhadap jamaah. Seorang direktur dengan 100 pegawai akan dengan mudah mengatakan, karyawan wajib sholat dhuha. Sangsi bagi yang tidak dhuha adalah potong uang transport. Bandingkan dengan seorang ustadz dengan 100 jamaah yang menyuruh sholat dhuha. Kira-kira berapa persen yang kemudian pulang ke rumah dan menjalankan dhuha? Yang terjadi dan sering terjadi justru waktu sholat Isya’ diterjang dan harus diundur menunggu pengajian ba’da maghrib kelar.

Maka sebuah pesan penting dari kewajiban utama umat Islam adalah raih dunia sebanyak mungkin hingga minimal punya simpanan 20 dinar dan mampu pergi haji ke tanah suci. Dan gunakan kekayaan rizki Allah itu untuk menegakkan agama Allah yang mulia. Umat Islam HARUS KAYA!!

7 thoughts on “Umat Islam harus Kaya!

  1. super banget mas.. setuju… umat islam harus kayak… memang sih kebanyakan orang berpendapat yang penting kaya hati… tapi gimana mau berperan buat umat.. kalo cuma kaya hati…

    • Tak cukup… Harus mengupayakan kaya hati, kaya Iman , Kaya harta , pasti yg Maha Kaya memberi. Setudjuuuu sekali sama neng dwi !!!🙂

  2. Yap…. Muslim harus kaya, jawaban kenapa harus demikian sdh di jelaskan di atas. Kerja keras , sedehah , shalat rezeki , berdoa pd yang maha Kaya adalah cara bagaimana kita bisa kaya, semakin kaya seorang muslim semakin dia banyak berbagi untuk umat🙂
    Penulis, mhn kirimkan no whatsapp / hp ke fennytarie@gmail.com u/ sharing🙂 syukron,

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s