Menghitung detik-detik Pergantian Tahun

220px-GlobespinAda tradisi lucu di setiap perayaan tahun baru yaitu menghitung detik-detik menjelang tahun baru atau lebih tepatnya mungkin detik-detik menjelang jam 12 malam. Benarkah jam 12 malam itu adalah pergantian hari?

Oke, mari kita coba bicara kenyataan.

Kenyataannya, rotasi bumi (yang menandakan 1 hari) itu bukan 24 jam tetapi 23 jam, 56 menit dan 4.091 detik.

Kenyataannya, revolusi bumi mengelilingi matahari bukan 365 hari melainkan 365 hari 5 jam 48 menit 45,1814 detik

Kenyataannya matahari terbit bukan jam 12 malam melainkan berubah-ubah sebagaimana waktu sholat. Jika merujuk waktu Surabaya saat ini, maka terbitnya matahari adalah pukul 03.50 (waktu subuh).

Maka seharusnya menandai bergantinya hari itu adalah dengan menunggu Adzan Subuh🙂 Dan umat Islamlah yang paling tepat menghitung dan menyambut setiap pergantian hari. Baik pergantian hari tahun syamsiah yg ditandai dengan adzan Subuh maupun pergantian hari tahun qomariyyah yg ditandai dengan adzan maghrib.

Maka perayaan menghitung tahun baru sama seperti orang teriak TAHUN BARU ketika jam masih jauh dari pukul 00.00🙂

Kalender Masehi adalah kalender yang mulai digunakan oleh umat Kristen awal. Mereka berusaha menetapkan tahun kelahiran Yesus atau Isa sebagai tahun permulaan (tahun 1). Namun untuk penghitungan tanggal dan bulan mereka mengambil kalender bangsa Romawi yang disebut kalender Julian (yang tidak akurat) yang telah dipakai sejak 45 SM, mereka hanya menetapkan tahun 1 untuk permulaan era ini. Perhitungan tanggal dan bulan pada Kalender Julian lalu disempurnakan lagi pada tahun pada tahun 1582 menjadi kalender Gregorian. Penanggalan ini kemudian digunakan secara luas di dunia untuk mempermudah komunikasi.

Kata Masehi (disingkat M) dan Sebelum Masehi (disingkat SM) berasal dari bahasa Arab (المسيح), yang berarti “yang membasuh,” “mengusap” atau “membelai.” (lihat pula Al-Masih)

Dalam bahasa Inggris penanggalan ini disebut “Anno Domini” / AD (dari bahasa Latin yang berarti “Tahun Tuhan kita”) atau Common Era / CE (Era Umum) untuk era Masehi, dan “Before Christ” / BC (sebelum [kelahiran] Kristus) atau Before Common Era / BCE (Sebelum Era Umum).

Wallahu a’lam

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi_Bumi
http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_Kabisat

One thought on “Menghitung detik-detik Pergantian Tahun

  1. Assalamu’alaikum.

    Ada satu yang perlu dikoreksi Pak. Waktu Shalat Shubuh itu masuk ketika terbitnya fajar shadiq. Fajar shadiq adalah warna kemerahan dari garis cahaya yang muncul sebelum matahari terbit. Berbeda dengan waktu terbitnya matahari yang berarti bulatan matahari (yang sangat terang) sudah mulai muncul.

    Waktu matahari terbit kalo ndak salah dinamakan “syuruq” dalam istilah tabel jam shalat yang berbeda dengan istilah masuknya waktu shubuh dan waktu dhuha. Ini untuk membedakan waktu terbitnya fajar shadiq dengan terbitnya matahari serta waktu dhuha (ketika matahari sudah naik seujung tombak/sepenggalah).

    Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sendiri melarang kita ummat Islam untuk melakukan shalat saat matahari terbit, saat matahari tenggelam, dan saat matahari di tengah-tengah puncaknya sebelum tergelincir / condong ke barat. Hal ini karena kita dilarang menyerupai orang-orang musyrik contohnya penyembah matahari.

    Sumber bacaan:

    http://muslimah.or.id/fikih/dirikanlah-shalat-3-waktu-waktu-terlarang-dan-tempat-tempat-terlarang-untuk-melaksanakan-shalat.html

    http://asysyariah.com/waktu-waktu-terlarang-untuk-shalat.html

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s