Memanfaatkan Energi Kebencian

hateAda yang benci dengan kita atau kelompok kita? Itu sudah biasa. Karena tak semua orang punya pandangan dan pemahaman yang sama. Namun tahu tidak bahwa energi kebencian itu begitu besar lho. Kalau kita bisa mengolahnya dengan baik, kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Ada satu media yang pintar mengelola kebencian ini. Kata-kata sampah, sumpah serapah, aneka kata-kata yang lebih pantas keluar dari dubur ternyata bisa keluar juga hehe… Tapi berkat pembenci-pembenci itu, media itupun tumbuh besar, traffik melimpah dan secara tak langsung disukai banyak pihak.

Komentar-komentar itu biasanya menyerang tokoh yang sedang dibahas dalam artikelnya. Sebagai pembalasan, mereka yang pro tokoh tersebut melakukan serangan balik dengan mengatai tokoh penyerangnya. Akhirnya saling serang dan obrolan panjangpun terjadi. Komentar bisa ratusan bahkan ribuan.

Lebih asyik lagi jika pihak yang kalah debat lalu ngundang pasukannya untuk ikut nimbrung. Wah makin populer deh. Makanya saya gak suka kalau ada yang mengumumkan akun, grup atau page facebook yang menjelek-jelekkan Islam. Ente udah kemakan issue mereka tuh hehe.. Kalau ketemu ya udah langsung laporin aja dan diam. Atau kalau ngajak pasukan, pastikan hanya pasukan pelapor aja, bukan orang2 yang gampang tersinggung lalu malah ikut nimbrung.

Kemarin malam saya mencoba threat salah satu rekan saya di Facebook. Awalnya sih iseng aja jawab karena ada komentator yang nadanya sinis. Semua pertanyaannya dan tuduhannya saya jawab. Lalu timbul ide, bisa ndak saya pancing dia supaya komentar bisa tembus 100 komentar. Wow.. ternyata saya berhasil. Bahkan kemudian mengundang komentator lain sehingga jadilah perdebatan sengit tanpa bisa tahu gimana alurnya. Pokoknya semua mau ngoceh sendiri-sendiri.

Dan tahu ndak, sampai saya tinggalkan status itu, komentar sudah mencapai 150 komentar… hehehe.. Pernah ndak komentar status anda bisa sampai segitu?

Dalam berdebat, saya selalu pilih-pilih tempat. Saya nggak mau debat di status orang lain. Kalau ada status orang yang saya pikir kurang sip, saya komentari dengan tujuan meluruskan pemahamannya. Kalau dia counter balik dan saya pikir dia adalah seorang haters saya tinggalkan dan gak jawab lagi. Kenapa? Kalau saya layani, statusnya akan punya banyak komentar dan statusnya akan dianggap hangat oleh Facebook.

Karena itu, biasanya saya akan bikin status baru menyindir statusnya. Kalau dia balas komentar, baru deh di hajar sampai dia kabur hehehe…

Hal yang sama bisa kita terapkan di forum. Energi kebencian itu percaya deh begitu besar tetapi sangat mudah untuk dipermainkan.

Dalam hal apapun akan selalu ada 3 tipe manusia yang menyikapi.

  1. Sangat loyal sehingga apapun perkataan kita asal mendukung dia akan support full. Ini namanya energi cinta. Jumlahnya kecil tapi militan
  2. Sangat benci sehingga apapun yang kita katakan selalu salah di matanya. Dia akan berusaha full mematahkan argumen atau perkataan kita. Ini namanya energi kebencian. Jumlahnya sama dengan pemilik energi cinta dan sama militannya.
  3. Biasa saja. Ini adalah kelas orang2 yang melihat sesuatu berdasarkan posisi dirinya. Kalau dirinya atau pekerjaannya atau pilihannya terancam dengan statement itu dia akan protes. Tapi dia tak punya cukup energi untuk debat panjang. Argument yg sedikit saja sulit dia patahkan sudah mampu membuat dia kabur. Jumlahnya sangat banyak.

Kalau saya pribadi senang sekali mempermainkan mereka yang sedang dilanda kebencian. Lucu aja membaca statement-statement-nya. Hingga tanpa sadar dia mengikuti pola permainan yang saya lakukan. Bahkan dengan mudah saya bisa gunakan kata-katanya sendiri untuk mengcounter argumen-nya. Hingga jadinya dia bertabrakan sendiri dengan ide-idenya. Kalau sudah gitu, biasanya dia akan cari-cari contoh dan argumen yang lain.

Kunci memanfaatkan energi ini adalah seperti Tai Chi. Kita jangan membenturkan diri, kecuali sekedar memancing agar dia menyerang. Jadi kita ikutin aja alur yang dia bikin untuk kemudian menyerangnya menggunakan kata-kata dia sendiri. Dalam proses ini biasanya akan terjadi puluhan bahkan ratusan komentar.

Tak perlu kita berpikir bagaimana membuat dia setuju dengan pemikiran kita karena hal itu sangatlah tak mungkin. Dari kata-kata yang dia gunakan kita bisa menganalisa, dia termasuk yang mana dari ketiga kelompok di atas. Kalau sudah haters, mau bilang apa juga dia akan menolak. Nah, kita gunakan deh penolakan itu untuk mengontrolnya wkwkwkwk…

3 thoughts on “Memanfaatkan Energi Kebencian

  1. Dari 3 tipe di atas, tipe biasa paling baik yah. Saya jadi yang biasa aja kalo gitu🙂

    Tipe sangat loyal di beberapa kasus memang diperlukan, tapi khawatirnya jadi ngomong ga pake akal pikiran.

    Kadang pengen juga bikin sesuatu yang kontroversial, tapi perdebatan ga baik juga, yang standar-standar saja lah🙂

  2. aku bgt itu!!! hoho….
    plg males ngeladenin org yg bwaannya sinis, emosi, kasar, dll.
    tinggalin aja!!!
    wakt kita trlalu b’harga utk mladeni mrk…🙂
    salam knal….

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s