Menjadi bagian Sejarah

sejarahSetiap manusia memiliki sejarah dan menjadi bagian dari sebuah sejarah. Namun, tak semua manusia tercatat namanya dlm sejarah yg dibaca ratusan, ribuan bahkan jutaan orang. Seringkali sejarah seseorang hanya terlintas di pikiran orang2 terdekatnya saja. Tak pernah tercatat dan generasi selanjutnya tak pernah tahu lagi kisah perjuangan hidupnya.

Memang, semua amal tak layak utk disiarkan. Meski menyiarkan sebuah amal juga bukan sebuah larangan apalagi jika amal itu bertujuan utk merangsang orang lain berbuat hal yg sama. Ada banyak kisah sejarah yg mencatat perjuangan orang2 terdahulu padahal ketika beliau masih hidup, tak ada catatan apapun tentangnya. Hanya sebuah kisah heroik yg diceritakan turun temurun oleh banyak saksi yg menyaksikan peristiwa tersebut.

Sejarah besar terukir bukan di kejadian2 dan masalah kecil. Sejarah besar seringkali terukir di peristiwa2 besar dan masalah orang banyak. Mereka yg mau memikirkan dan berjuang utk hal2 besar, masalah2 besar, memikirkan nasib sebuah kota, sebuah bangsa atau sebuah negeri akan tercatat dlm sejarah. Bahkan sejarah telah mencatatnya saat dia masih hidup.

Kita mungkin msh takut dan malu2 utk menggapai hal2 besar. Jangan2 kita bahkan tak pernah memimpikan hal2 besar.

Kita mungkin sangat mahir saat diminta mengkritik pemerintah, kita begitu lihai mencari kebusukan para politikus. Tapi sudahkah kita mengatakan pada diri, saya akan jadi pemimpin negeri ini yg jujur, amanah dan cerdas hingga membawa negeri ini pada kemajuan yg besar! Pernahkah?

Coba tanya kepada siapa saja, apa keinginanmu?

Biasanya kita akan mendapatkan jawaban yg berorientasi pada kepentingan pribadi atau keluarga. Jarang sekali kita dapatkan seseorang yg punya keinginan besar. Bahkan ingin kampungnya maju aja mungkin sangat jarang. Itu baru keinginan lho, belum action.

Dalam tahap bermimpi dan berharap saja, kita banyak yg enggan utk bermimpi besar. Lalu bagaimana kita bisa dengan bangga mengkritik para pemimpin kita? Ya, saya tahu ada cacat dlm menjaga amanah. Tapi jika dibandingkan dengan kita, amal kita mungkin tak ada apa2-nya dibanding dia.

Bayangkan, ketika dia mengesahkan pembangunan jembatan aja yg dengannya sebuah wilayah jadi meningkat ekonominya, bukankah setiap orang yg melalui jembatan itu akan menjadi pahala tersendiri bagi sang pemimpin?

Ketika seorang pemimpin mencetuskan ide dan solusi mengatasi masalah, baginya sudah satu pahala meski gagal sekalipun idenya. Lha kita? Memikirkan sebuah ide saja malas. Lalu kita dg sombong mencaci maki mereka? Wow..

Sejelek2-nya pemimpin kita saat ini, saya yakin masih jauh lebih baik daripada hitler atau firaun. Kebaikannya jauh lebih banyak dibandingkan kita yg merasa sudah paling baik sekalipun.

Mari, mencatatkan diri sebagai sejarah. Meski mungkin nama kita tak tercantum, tapi setidaknya kita pernah andil dalam mewujudkan sebuah sejarah kejayaan negeri ini. Setidaknya kita pernah bercerita kepada anak cucu kita, bahwa dia punya kakek yang pernah ikut berperan aktif dlm mewujudkan kejayaan negeri.

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s