Masjid Benteng Umat Islam

jamaah-penuhHari ini adalah hari pertama Ramadhan yang telah diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Memang, ada yang sudah mengawali Ramadhan kemarin, tapi secara umum Ramadhan dimulai pada hari ini atau tepatnya Maghrib kemarin karena saya nulis ini ba’da Subuh.

Seperti tahun sebelumnya, subuh pertama Ramadhan selalu penuh dengan jamaah. Tak peduli di masjid, mushola baik yang besar maupun yang kecil, semua penuh hingga teraspun terisi jamaah. Bahkan tak jarang sampai harus gelar tikar di pelataran masjid karena ruangan sudah tak mampu menampung lagi.

Sebenarnya, inilah potensi umat Islam. Bahwa, kita bisa membuat semua masjid penuh dengan jamah. Pertanyaannya kemudian, kenapa penuhnya kok hanya di bulan Ramadhan saja? Itupun hanya di awal-awal Ramadhan karena pengalaman tahun sebelumnya semakin mendekati hari raya, jumlah jamaahpun akan semakin berkurang.

Masjid adalah benteng umat. Demikianlah konsep masjid Rasulullah. Dulu, masjid bukan hanya tempat sholat saja, tapi juga tempat membicarakan masalah umat, masalah politik, strategi perang bahkan masjid dipakai untuk menampung jamaah yang tak punya tempat tinggal. Ketika umat memiliki masalah, mereka datang ke masjid. Disana ada Rasulullah, dan ada banyak sahabat yg paham tentang keislaman.

Umat kan lagi banyak masalah sekarang ini. Jika masjid dpt menjadi tempat umat mencari solusi, akan sangat menarik sekali kan? Maka sudah saatnya pembahasan-pembahasan di masjid mulai mengarah ke permasalahan umat. Bagaimana meningkatkan etos kerja, bagaimana menangkap peluang bisnis, bagaimana memanfaatkan potensi umat.

Saya ingat masjid Jogokariyan Jogja, masjid itu kalau butuh apa-apa gak pernah beli di luar lingkungannya. Misalnya butuh nasi bungkus, maka akan pesan ke jamaah masjid sendiri. Butuh bahan bangunan akan cari yg paling dekat dengan masjid. Bahkan takmirnya melakukan sensus jamaah untuk mengenali potensi masing-masing jamaah.

Uang infaq masjidpun dikelola dengan maksimal, artinya tidak ada itu saldo numpuk sampai puluhan bahkan ratusan juta tapi tak dimanfaatkan. Jadi hanya menunggu kotak kas masjid saja. Dana umat benar-benar dihabiskan untuk pembinaan umat lewat aneka kajian dengan pembicara2 berkualitas.

Maka, sudah saatnya kita mulai melihat lebih dalam potensi jamaah masing-masing dan memaksimalkannya untuk kepentingan umat. Sehingga masjid sebagai benteng umat akan kembali terwujud hingga setiap hari akan serasa seperti awal Ramadhan… Aamiin

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s