Majelis Ilmu dan Silaturahim

silaturahimKeberadaan facebook, twitter, blog dan berbagai sarana dunia maya lain akhir-akhir ini seolah-olah telah menggusur kegiatan-kegiatan majelis baik majelis ilmu maupun silaturahim. Dulu mungkin kita sangat lumrah melihat seorang tetangga nyantai di rumah tetangga lain, masak bareng di rumah tetangga bahkan saling pinjam bumbu dapur. Dulu kita sangat mudah menemui kampung dimana bapak-bapaknya asyik bercengkrama di teras sebuah rumah atau saling bantu benerin pagar rumah tetangganya.

Tapi hari ini, hal-hal tersebut sudah mulai sulit didapatkan. Untuk daerah-daerah pinggiran kota dan pedesaan mungkin masih bisa kita temui walau jauh berkurang dibanding dahulu. Majelis-majelis telah berpindah ke dunia maya. Ramai sekali di dunia yg sebenarnya tak ada ini. Ada saling berbagi ilmu, saling berdebat bahkan saling curhat. Gayeng dan rukun rasanya.

Tapi tetaplah tak ada apapun yg terjadi. Mereka yang sedang berbicara begitu mempesona dan berwibawa, boleh jadi kata-katanya sebenarnya kasar dan tak beretika. Dia hanya sekedar copy paste dari status orang lain atau dari artikel di blog lain.

Mereka yg pasang wajah tampan atau cantik jelita juga belum tentu cantik aslinya. Teknologi digital demikian majunya hingga jerawat penuh di muka bisa lenyap dan mulus. Kulit hitam bisa berubah jadi putih. Badan gemuk bisa dibuat kurus, langsing dan ideal. Nama juga bisa dibuat seenaknya saja.

Yang membahayakan, cowok bisa dengan mudah ngaku cewek dan menjalin hubungan erat dengan cewek. Setelah akrab, mulai bicara soal pribadi. korban tak tahu bahwa dia sedang bicara dengan lelaki sehingga diapun share auratnya. Bahkan ada kasus dimana korban diajak bertemu tapi kemudian malah diculik dan diperkosa rame-rame. Modusnya sama… na’udzubillah..

Hari ini kita banyak menemui anak-anak muda yang pulang sekolah langsung masuk kamar hingga keesokan harinya. Bergaul dan belajar semua di facebook. Tak ada lagi belajar bersama, atau kegiatan-kegiatan remaja seperti olah raga sore, karang taruna, remaja masjid atau les sosial yg dulu begitu menjamur.

Islam sendiri mengajarkan pentingnya sebuah pertemuan, silaturahim, majelis bahkan jika ada majelis yang didalamnya berisi dzikir dan mempelajari ayat-ayat Allah, maka ribuan malaikat akan turut hadir dalam majelis itu bahkan mereka yang kebetulan ada di sana, walau tidak berniat ikut dalam majelis akan turun mendapatkan manfaatnya.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi SAW., Beliau bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis zikir.

Apabila mereka mendapati satu majelis zikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit.

Beliau SAW melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan, mengagungkan, membesarkan, memuji dan memohon kepada Engkau.

Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu.

Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya: Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu.

Beliau SAW bersabda kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan.

Beliau SAW melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berzikir bersama mereka. Beliau berkata lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka.

(Shahih Muslim No.4854)

Sementara keutamaan silaturahim lebih seru lagi

“Dari Abu Ayub Al Anshari, beliau berkata, seorang berkata,”Wahai Rasulullah, beritahulah saya satu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga.” Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab,“Menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan bersilaturahmi.” (Diriwayatkan oleh Jama’ah).

Facebook adalah sarana, sarana hanyalah sebuah alat bantu.
Facebook dan gunting kuku itu sama.
Cuma sarana saja.
Jadi, jangan sama-samakan facebook dengan dunia nyata.
Facebook bukan dunia lain guys.
Tetangga dan teman anda yg sebenarnya bukan di sini, tapi di luar pintu rumah anda.

Yuuk.. sapa tetangga kita..

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s