Tak boleh bawa agama dlm politik?

Arab spring hingga terpilihnya presiden2 yg konsisten membela Islam membawa hawa baru dlm perpolitikan dunia. Islam yg pernah tertidur lelap (lebih tepatnya dibuat pingsan) kini sudah mulai bergeliat. Mesir dan Turki telah berhasil dikuasai. Walau di Mesir akhirnya demokrasi direnggut paksa oleh militer.

Memang upaya utk membuat umat ini kembali terlelap sangat intensif sekali. Bahkan, musuh2 Islam mendoktrin umat Islam sendiri agar memusuhi pihak2 yg ingin mengembalikan tegaknya kemuliaan Islam. Dan di Indonesia, doktrin itu begitu kuatnya mempengaruhi masyarakat kita.Berbagai quote yg seolah positif, padahal maknanya sangat mengerikan dengan mudah terucap. Bukan oleh orang kafir, tapi oleh umat Islam sendiri, bahkan seorang ustadz sekalipun.

“Jangan bawa2 agama ke dalam politik”

Sekilas kata itu mungkin benar dan bijaksana. Tapi klo kita baca lagi dan perdalam maknanya, justru kata2 itu amat berbahaya.

Agama adalah penjaga akhlak manusia. Sedangkan politik adalah strategi. Ketika politik dibiarkan jalan sendiri tanpa agama, maka terjadilah hal2 buruk yg kita lihat sekarang. Pemimpin yg tdk amanah, korup, membuat undang2 yg menguntungkan segelintir orang, mendewakan orang asing dan melupakan rakyat sendiri.

Ketika kemudian kita berkata, “Jangan bawa2 agama ke dalam politik” itu artinya kita menyuruh para politikus menanggalkan agamanya, meletakkan akhlaknya dan hidup tanpa kontrol agama.

“Jangan campur adukkan agama dan politik”

Terdengar indah kan? Serasa mulia. Tapi berbahaya. Andai pendiri negara kita tak mencampur agama dan politik, mungkin pancasila sila pertama sudah hilang. Mungkin takkan ada kalimat “Atas berkat rahmat Allah..” dlm pembukaan undang2 kita.

Para pendiri memasukkan agama dlm politik, untuk menjaga para pelakunya agar tetap dlm bingkai akhlak yg mulia.

Klo memang politikus kita kotor, ya gak perlu dipilih. Catat semua anggota dewan saat ini klo perlu lalu black list semua. Di pemilu mendatang, pastikan tidak mencoblos mereka dan pastikan yg anda coblos orang yg benar2 paham agama. Klo perlu datangi dan ajak diskusi soal agama.

Tapi klo kita malas, lebih memilih cara praktis yaitu golput, maka tak perlu heran jika politikus busuk yg tak membawa agama dan akhlak di gedung dewan akan kembali berkuasa. Kita semua bertanggung jawab atas duduknya setiap anggota dewan. Karena tdk memilih berarti menyetujui siapapun duduk di dewan gak peduli seberapa bejat akhlaknya.

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s