Kata Bijak yang Tidak Bijak

Awalnya karena rutinitas jalan-jalan di Facebook. Dan seperti biasanya nemu status dari teman-teman yang bijaksana. Quote dan peribahasa yang mungkin sudah sering banget kita dengar atau baca. Nah, entah kenapa alarm di kepala saya menyala dan mencoba membaca kembali beberapa peribahasa yang paling sering kita baca karena biasanya peribahasa ini ada di sampul buku-buku tulis anak sekolah.

Tulisan ini sangat mungkin untuk dikritisi ya, karena namanya juga manusia pasti punya salah dan khilaf. Tapi yang ingin coba saya sampaikan adalah, jangan menelan kalimat yang seolah-olah bijak dengan tidak bijak. Artinya kita menelannya begitu saja bahkan meletakkannya sebagai quote di notes atau dinding rumah kita.

waktuadalahuang

WAKTU ADALAH UANG

Pernah baca peribahasa di atas? Kalo kalimat bijak orang dulu kita biasa menamainya peribahasa. Istilah kerennya sekarang quote atau kata bijak. Waktu adalah uang. Kalau di Arab, bukan uang tapi Waktu adalah Pedang.

Benarkah waktu adalah uang?

Mari coba kita kritisi kalimat bijak ini. Pertama, menempatkan uang setara dengan waktu. Waktu adalah uang. Kalau kita kehilangan waktu, kita seperti kehilangan uang. Benarkah? Ini jelas salah!

Sebegitu berharganya uang, dia takkan bisa setara dengan waktu. Oke, sebutkan saja berapa nilai 1 jam bagi anda? 1 juta? Anda mau dibayar 1 juta per jam? Benar?

Baik… sekarang anda mau dibayar 1 juta per jam, tapi umur anda dikurangi 1 jam saja🙂

Mungkin masih mau ya karena kita nggak tahu berapa lama umur kita.

Bagaimana kalau dibalik, bayangkan kita sedang sekarat dan malaikat maut sudah datang. Dia menawarkan waktu 1 jam di dunia asal anda mau bayar. Jika malaikat meminta seluruh harta anda sebagai ganti nyawa 1 jam apakah kita bersedia? Apalagi kalau Malaikat menunjukkan betapa kurangnya kita dlm beribadah dan waktu 1 jam itu sudah sangat cukup untuk mengucapkan pertaubatan, istighfar, dll yg akan menghapus dosa-dosa kita. Mau bayar dg 3x harta anda?

Waktu takkan pernah sama dg uang. Kita kehilangan uang tidak masalah. Sebesar apapun uang itu. Kita mungkin cuma jatuh miskin dan terlilit hutang. Tapi ketika kita kehilangan waktu, itu artinya kehilangan kesempatan, kehilangan nyawa yg berharga. Waktu, dibuat seperti apa juga takkan pernah bisa tergantikan.

Kalau peribahasa Arab masih lumayan tepat. Waktu adalah Pedang. Jika tak pandai mengelolanya dg baik, pedang itu akan membunuh kita. Dan saat itu, tak ada lagi kesempatan bagi kita meski dunia ini adalah milik kita sendiri. Ketika waktu itu berakhir, dia takkan pernah dpt kita gantikan lagi.

Ketika orang beranggapan waktu adalah uang, apalagi uangnya uang kecil senilai 1 hari gaji. Misalnya gak masuk sehari potong 100rb, maka ketika ada proyek dg keuntungan 300 ribu saja, dia akan memilih tidak masuk kerja, meski tanggung jawab di tempat kerja itu sangat vital baginya.

HEMAT PANGKAL KAYA

Hayoo… siapa yang gak tahu peribahasa ini? Saya yakin semua orang tahu tentang peribahasa ini. Tapi benarkah hemat pangkal kaya? Ini yang perlu kita kritisi juga.

Tanyakan kepada orang-orang kaya di sekitar anda, apakah mereka kaya karena rajin menabung? Apakah mereka kaya karena suka berhemat? Jika ada produk merk A senilai 100rb dan merk B senilai 200rb, orang kaya pilih yang mana? Saya yakin mereka akan pilih yang B.

Jika ada deterjen dg kemasan 100 gr dan kemasan 1 kg, orang kaya pilih beli yang kemasan apa? Saya yakin yang 1 kg. Kenapa? Karena justru BOROS PANGKAL KAYA. Lho kok?

Perbedaan orang kaya dan orang miskin itu bukan pada pengeluarannya, bukan pada caranya berhemat tapi justru pada CARA MEMBELANJAKAN UANGNYA. Orang2 kaya belanja dg harga yang sepintas mahal. Bahkan mereka beli produk-produk yang sekilas tidak nampak bermanfaat. Tapi orang miskin lebih suka berhemat dan ternyata justru menghabiskan banyak uangnya.

Peribahasa ini bisa kita gabungkan dengan WAKTU ADALAH UANG. Contohnya gini:

Genteng anda bocor. Apa yang dilakukan orang miskin? Dia akan menghabiskan waktunya seharian mencari letak kebocoran dan memperbaikinya sendiri. Hemat? Iya uangnya lebih hemat karena tak berkurang untuk membayar tukang.

Orang kaya? Dia bayar satpam perumahan untuk bantu betulin gentengnya. Dikasih 20rb-50rb udah senang luar biasa. Waktunya sehari dia pakai untuk bisnis yang menghasilkan lebih banyak uang hari itu. Hemat? Tidak. Tapi apakah bikin kaya? Iya.

Apalagi kalau kita belajar tentang inflasi. Dengan inflasi 5% per tahun aja, uang kita berkurang 5% tiap tahunnya. Dari jumlah memang tetap, tapi dari daya belinya berkurang. Orang kaya membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang justru naik tiap tahunnya. Beli rumah baru, beli perhiasan, beli tanah, dll yang tiap tahun harganya naik. Uangnya di bank memang dikit, tapi tanahnya, rumahnya, perhiasannya jika diuangkan akan terus bertambah tiap tahunnya. Mereka boros, tapi kaya dan semakin kaya.

Kebutuhan pokok misalnya, orang kaya gak mau belanja tiap hari. Selain menghabiskan waktunya yang sangat berharga juga lebih mahal jatuhnya karena belinya sedikit-sedikit. Mereka lebih memilih belanja bulanan karena lebih mudah mengontrol uangnya dan karena beli dlm jumlah besar, mereka justru dpt harga lebih murah. Bandingkan sendiri deh harga per gram deterjen antara yang 100gr dengan 1kg.

Jadi, benarkah hemat pangkal kaya? Ternyata tidak😀

4 thoughts on “Kata Bijak yang Tidak Bijak

  1. Waktu adalah uang benar adanya. Uang tidak bisa diartikan secara harfiah “Uang” dalam kata bijak ini uang mempunya arti yang sangat luas, jadi jangan berfikir kerdil mengartikan sebuah ungkapan/kata bijak.

    • Jika uang bisa diperluas lagi maknanya, maka waktupun harus diperluas juga maknanya. Artinya tetep nggak bisa disandingkan🙂 Lagipula, alam bawah sadar tdk punya kemampuan menganalisa. Ketika kita bicara waktu adalah uang, dia akan mencetak bahwa waktu adalah uang, bukan makna apa di dalamnya. Dan itu amat sangat berbahaya sekali

  2. Gagal adalah keberhasilan yang tertunda.

    ini juga buat orang nyatai ketiga gagl…quote yang menghibur diri ketika gagal.
    padahal, gagal ya gagal..karena mungkin klaitas usaha belum maksimal sehinga gagal.

    gagal ya gagal, tapi nextime kudu lebih baik lagi..

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s