Mewujudkan Sepenggal Firdaus di Muka Bumi

Gambar SurgaIndonesia punya potensi besar menjadi surga bagi siapapun di muka bumi ini. Ombak terbaik dunia ada di Indonesia, pegunungan terbaik dunia ada di Indonesia, ikan-ikan cantik dan eksotik ada di sini. Buah-buahan dari berbagai negara bisa tumbuh di negeri ini. Bahkan ekstrem-nya tongkat kalau ditancapkan di tanah Indonesia dia akan tumbuh berubah menjadi pohon.

Tapi kenapa kita tak pernah melihat keindahan itu? Atau kalaupun ada, kita harus mengeluarkan begitu banyak dana untuk bisa mengaksesnya? Bahkan di televisi, yang sering kita lihat negeri ini justru lebih mirip neraka dengan banyak tikus yang terus menerus menggerogoti kekayaan alam kita. Penjajahan modern yang amunisinya terbuat dari kertas bernama uang dan kekuasaan.

Mungkin kita bisa dengan mudah menuding, ini pasti salah si anu, ini salah si itu, mereka itulah maling2 berdasi dan aneka julukan lainnya. Tapi pernahkah kita coba merenungi diri sendiri, kontribusi apa yang sudah kita lakukan untuk mewujudkan sepenggal firdaus itu? Rasulullah pernah bersabda, “Baitiy Jannatiy” yang artinya Rumahku Surgaku. Bagaimana dengan rumah kita?Sudahkah kita, penguasa di rumah kita sendiri mewujudkan surga itu?
Ataukah rumah kita sendiri justru seperti neraka?
Apakah lagi-lagi kita lalu menyalahkan istri dan anak-anak kita karena rumah tak seindah yang anda bayangkan?

Atau jangan-jangan, memang kita yang tak layak tinggal di surga? Na’udzubillah…

Kita sering bicara soal kemanusiaan, soal sosial, soal keadilan, tapi ternyata kita tak pernah berbuat adil.
Kita sering berucap soal kebijaksanaan dan kepemimpinan, harusnya begini harusnya begitu, tapi ternyata kepemimpinan kita di rumah mungil kita sendiri berantakan.
Kita sering berkata tentang kepedulian terhadap wong cilik, terhadap orang kecil, tapi anak-anak kita sering terlantar karena kita sibuk dg pekerjaan kita.

Indonesia ini punya potensi sebagai sepenggal firdaus, tapi surga sekalipun akan berasa neraka jika kita tak mampu mengelolanya dengan baik. Rumah harusnya merupakan surga bagi setiap penghuninya, tapi akan berubah jadi neraka tatkala penghuninya tak mampu mengelolanya dengan baik.

Maka pertanyaannya adalah sudahkah kita mewujudkan sepenggal firdaus di rumah kita?
Sudahkah anak-anak kita berasa terisi energinya begitu berada di rumah?
Sudahkah saat kita penat setelah seharian beraktifitas, begitu sampai rumah tiba2 fresh kembali dan siap berjuang lagi esok?

Surga itu tak harus dibangun di atas hamparan tanah berhektar-hektarSurga itu tak harus dibangun sebuah istana di dalamnya
Surga itu tak harus berupa permadani dan perabot dari emas

Karena surga di dunia itu ada di hati kita.

Kita butuh hati yang lapang.
Kita butuh hati yang sebening kristal
Kita butuh hati yang pemaaf seindah emas

Dan itulah istana terindah di muka bumi ini. Tatkala banyak orang di negeri ini memiliki surga di dalam hatinya, saat itulah kita akan dapat merasakan indahnya negeri kita yang tercinta ini.

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s