Memilih yg Terbaik dari yg Buruk

Dalam suatu acara, KH. Abdullah Gymnastiar bertanya pada para hadirin. Siapa diantara hadirin yang merasa tidak punya dosa? Ruangan hening, tak ada yang berani mengangkat tangan. Aa’ Gym kembali bertanya siapa diantara hadirin yang merasa lebih baik dari sebelahnya? Kembali ruangan hening tak ada satupun yang berani angkat tangan.

Saya tidak bisa mengetahui persis apakah mereka tidak angkat tangan karena benar-benar punya dosa atau tidak angkat tangan karena takut dibilang sok suci dan tak bernoda. Kenyataannya memang manusia adalah tempatnya salah dan dosa meski tak jarang banyak yg enggan mengakuinya. Betul?

Pemilu adalah memilih wakil kita untuk memperjuangkan nasib kita melalui berbagai perundangan yang akan dihasilkan nanti. BBM naik atau turun, listrik naik atau turun, jalan ini akan diperbaiki atau tidak, gaji buruh naik atau turun, biaya sekolah akan dibayar pemerintah atau ndak, biaya kesehatan gimana, dan banyak aspek dalam kehidupan kita yang akan diperjuangkan oleh wakil-wakil rakyat nanti.

Masalahnya adalah sebagaimana kita yang punya sisi buruk, para wakil rakyat juga pasti punya meski kita tidak mengetahui apa persisnya. Gak mungkinlah para pimpinan partai politik mencari calon yang benar-benar bersih dari dosa, kalau dipaksa begitu, mungkin para pimpinan parpol perlu untuk mencalonkan malaikat (itu kalau bisa). Maka biasanya para pimpinan parpol akan menggunakan pertimbangan2 tertentu dalam memilih caleg yang akan diperjuangkan dalam pemilu.

Nah, tugas kita adalah memilih yang terbaik dari mereka. Hal itu gak akan bisa kita lakukan kalau kita tidak mengenali mereka. Maka sungguh aneh kalau ada yang memilih caleg hanya sekedar dari tampang doang. Ada yg memilih caleg malah dengan pat gulipat. Ada yang malah gak mau memilih dengan alasan bingung.

Mungkin akan sulit bagi kita untuk mengenali satu per satu dari puluhan caleg di dapil kita. Tapi kita bisa coba mempelajari track record partainya. Bagaimana kebijakan partai terhadap kadernya yang bermasalah. Ada partai yang membiarkan saja kadernya bermasalah, bahkan walaupun sudah tersangka masih saja dicalonkan bahkan masih bisa berkampanye. Ada juga yang begitu kesandung masalah langsung mengundurkan diri dan lepas dari partai.

Anda bisa juga melihat daftar partai yang kadernya paling banyak tersandung korupsi. Jika cuma 1 atau 2 mungkin masih wajar mengingat potensi keburukan itu tadi, tapi kalau sampai puluhan bahkan lebih dari 40 kader yang terbukti korup, maka ada yang salah dengan pengawasan partainya hingga begitu banyak kadernya yang terkena kasus.

Untuk membantu anda dalam mempertimbangkan akan memilih partai mana sebelum kemudian mengenali lebih detil caleg-calegnya, berikut saya sampaikan rilis dari Andi Arief, staf khusus kepresidenan yang diambil dari data KPK

juara-korupsi

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s